INDEPENDENSI BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL

PENDAHULUAN

Pemerintah Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis dalam penyelenggaraan negara. Kekuasaan pemerintah yang demokratis bersifat terbatas dan tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan yang sewenang-wenang terhadap masyarakat. Negara hukum demokratis bertujuan untuk membuat kekuasaan negara lebih terkonsentrasi dengan tujuan mencegah penyelewengan profesionalitas penyelenggaraan negara.

Di Indonesia terdapat salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mencapai tujuan tersebut, yaitu Bank Sentral. Bank Indonesia, sebagai bank sentral Republik Indonesia,mengemban tugas sebagai pelayan publik untuk memenuhi kepentingan umum dan juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara dan mengimplementasikan kebijakan moneter.Bank sentral tidak berorientasi mencari keuntungan, tetapi memengaruhi pasar uang dan memberi efek kepada struktur perbankan pada umumnya, untuk melaksanakan tugas secara efektif, karena independensi Bank Indonesia adalah aspek yang sangat penting.

Tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral menurut Sholahudin M dan Lukman (2009: 3) adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem devisa serta mengatur dan mengawasi bank.

Pada saat itu keberadaan bank sentral telah mengalami berbagai tahap perkembangan sejak abad ke-17. Menurut sejarah, bank sentral tertua adalahSyeriges Riksbank  di Swedia yang didirikan pada tahun 1668. Kemudian Bank of England menyusul dijadikan sebagai bank sentral pada tahun1694 dan dianggap sebagai cikal bakal bank sentral modem. Sementara The Federal Reserve diAmerika Serikat yang didirikan pada tahun 1913 dianggap sebagai bank sentral independen sejakdidirikan. Sedangkan De Javasche Bank  sebagai perusahaan swasta yang merupakan cikal bakal Bank Indonesia didirikan pada tanggal 29 Desember 1826 melalui Surat Perintah Raja Willem Idan menjadi bank sentral yang independen sejak tahun 1999.

Saat ini bank sentral menjadi Bank sentral yang bersifat. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemikiran baru tentang bagaimana Bank sentral beroperasi, secara historis bank sentral pada umumnya belum independen hingga tahun 1980-an, namun setelah itu hampir semua bank sentral di dunia telah menjadi bank sentral dan  independen.

Lembaga negara yang independen, Bank Indonesia adalah badan hukum yang status badan hukumnya diperoleh  melalui penetapan Undang Undang (yaitu UU RI Nomor 23 Tahun 1999  Undang undang Bank Indonesia  Nomor 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia, dimana ditegaskan bahwa Bank Indonesia adalah lembaga  negara yang independen baik dari pemerintah atau pihak lainnya dilarang melakukan campur tangan terhadap  pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia (BI). Pelanggaran terhadap larangan campur tangan maupun  kewajiban untuk menolak campur tangan, diancam penjara minimal 2 (dua) tahun dan maksimal 5 (lima) tahun  serta denda minimal 2 (dua) milyar dan maksimal 5 (lima) milyar.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Independensi Bank Sentral

Independensi berasal dari kata "independence", jika diterjemahkan memiliki arti sebagai kondisi keterbukaan, netral dan tidak  dapat tunduk terhadap pihak lain.' Menurut W.J.S. Poerwadaminta, bahwa" Independensi adalah berdiri sendiri, yaitu mempunyai kedudukan yang terjamin pelaksanaan program dan perannya secara mandiri." Sedangkan Indpenden menurut Kamus Black's Law Dictionary, " Not Subject to the control or influence of another; Not associated with another (often large) entity; Not dependent or contigent on something else" .

Pada umumnya, independensi institusi bank sentral diartikan sebagai status bank sentral yang secara institusi terpisah dari kekuasaan eksekutif (pemerintah) dan kewenangan legislatif (parlemen). Dengan demikian lembaga bank sentral yang independen memerlukan adanya kesetraaan dalam status kelembagaan bank sentral atau otoritas moneter dengan lembaga eksekutif otoritas fiskal maupun kelembagaan legislatif otoritas politik dalam pembuatan undang-undang.

B. Pendirian Bank Indonesia sebagai bank sentral

Pendirian Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia berakar pada latar belakang dan konteks sejarah. Namun demikian, berdirinya Bank Indonesia sebagai bank sentral yang mandiri merupakan momen penting dalam sejarah keuangan negara. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Ini melibatkan pengaturan suku bunga, pengelolaan inflasi, dan penerapan langkah-langkah untuk memastikan sistem keuangan yang stabil dan sehat Independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral memungkinkan untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut secara efektif dan efisien.

Kemandirian dan otonomi Bank Indonesia sebagai bank sentral merupakan landasan bagi peran dan efektivitasnya. Namun demikian, status dan kedudukan Bank Indonesia sebagai bank sentral yang independen memungkinkan untuk memenuhi tugas dan wewenangnya dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter.

C. Independensi Bank Indonesia  

Berikut merupakan Independensi Bank Indonesia yaitu:

a. Independensi secara yuridis. Undang-undang tentang Bank Indonesia merupakan landasan yuridis bagi independensi Bank Indonesia dimana dalam UU-BI dimuat berbagai elemen dari independensi Bank Indonesia, elemen-elemen independensi.
b. Independensi secara personalia. Independensi secara personalia dalam UU-BI ditunjukan dalam hal pengangkatan anggota Dewan Gubenur oleh presiden dalam persetujuan DPR. Dewan Gubenur tidak dapat dihentikan oleh presiden selama masa jabatannya, kecuali mengundurkan diri, berhalangan tetap atau melakukan tindak pidana.
c. Independensi secara institusi. Bank Indonesia adalah lembaga Negara yang independen yang dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak-pihak lainnya. Secara structural, Bank Indonesia berada di luar pemerintah sehingga dapat mengeleminer adanya. 
d. Interverensi terhadap pelaksanaan tugas. Bank Indonesia baik yang berasal dari pemerintah maupun pihak lain, dalam pelaksanaan tugasnya, bank Indonesia dapat melakukan kerja sama dengan Bnk sentral lainnya, organisasi internasional, dan lembaga internasional serta dapat menjadi anggota pada lembaga multilateral baik atas nama Bank Indonesia maupun mewakili pemerintah.
e. Independensi dalam pelaksanaan tugas.  Bank Indonesia baik yang berasal dari pemerintah maupun pihak lain, dalam pelaksanaan tugasnya, bank Indonesia dapat melakukan kerja sama dengan Bnk sentral lainnya, organisasi internasional, dan lembaga internasional serta dapat menjadi anggota pada lembaga multilateral baik atas nama Bank Indonesia maupun mewakili pemerintah.
f. Independensi dalam Manajemen.  Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubenur yang sepenuhnya berwenang dalam menjalankan organisasi Bank Indonesia dalam rangka mencapai tujuan yang telah  ditetapkanoleh UU-BI.
g. Independensi dalam Bidang Anggaran. Anggaran harus disampaikan kepada DPR yang dimaksudkan untuk dapatmemantau pengelolaan kewenangan Bank Indonesia dalam anggaran serta kepada pemerintah sebagai bahan informasi berkaitan dengan surplus atau devisi tanggaran Konsekuensi Independensi
h. Transparansi sebagai Konsekuensi Independensi. Sebagai konsekuensi dari Independensi yang dimilikinya, maka dalam pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia dituntut untuk Bank Indonesia wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka.
D. Manfaat Independensi Bank Indonesia

Tujuan utama kebijakan moneter Bank Indonesia adalah untuk mencapai stabilitas nilai Rupiah dan menjaga stabilitas sistem pembayaran. Kemandirian tersebut memungkinkan Bank Indonesia untuk menjawab tantangan ekonomi dengan cepat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas mata uang dan perekonomian secara keseluruhan. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem keuangan. Pengambilan keputusan yang independen memungkinkan Bank Indonesia mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah krisis keuangan dan mendorong stabilitas di sektor perbankan.

Dengan menjaga stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia berkontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan. Transparansi dan akuntabilitas ini membangun kepercayaan terhadap kemampuan bank sentral dalam mengelola perekonomian secara efektif dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

E. Tantangan dan pertimbangan dalam menjaga independensi Bank Indonesia

Menjaga independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral menghadapi berbagai tantangan dan pertimbangan. Oleh karena itu, menjaga independensi bank sentral dari campur tangan politik sangat penting untuk fungsinya yang efektif.  Pertimbangan penting lainnya dalam menjaga independensi Bank Indonesia adalah akuntabilitas dan transparansi. Bank sentral harus akuntabel kepada publik dan transparan dalam operasionalnya untuk membangun kepercayaan dan keyakinan. Mencapai keseimbangan yang tepat antara independensi dan akuntabilitas sangat penting untuk kredibilitas dan efektivitas bank sentral. Selain itu, kerja sama dan koordinasi internasional juga berperan penting dalam menjaga independensi Bank Indonesia.

Bank Indonesia bekerja sama dan berkoordinasi dengan bank sentral dan lembaga keuangan internasional lainnya. Misalnya, Bank Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Bank of Korea untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan praktik perbankan sentral .Dengan berpartisipasi aktif dalam forum dan kemitraan internasional, Bank Indonesia dapat menjaga independensi sekaligus membina kerja sama dengan bank sentral lainnya.

F. Independensi Bank Indonesia Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia 

Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang berada dalam lingkup esekutif, memiliki tugas signifikan bagi eksistensi perkonomian sebuah negara, khususnya menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah. Pentingnya tugas dan peran ini menyebabkan Bank Indonesia seharusnya bersifat independen, yang berarti bebas dari kepentingan politik tertentu, dan bebas dari tugas-tugas titipan pemerintah yang merancukan peran utamanya sebagai pemelihara keperluan moneter.

Bank sentral adalah bagian dari pemerintah yang mempunyai peran besar dalam menentukan pertumbuhan ekonomi. Independensi dari segi ekonomi diartikan bahwa bank sentral dapat menggunakan seluruh instrumen keuangan dan tidak dibatasi oleh pemerintah dalam menentukan kebijakan moneter. Independensi berarti juga Bank sentral dapat mengontrol kredit yang diterima oleh pemerintah serta dapat pula menentukan bunga dari pinjaman pemerintah. Dengan demikian, maka independensi Bank sentral ini juga mencakup kontrol Bank sentral terhadap instrumen-instrumen yang menetapkan kebijakan dalam bidang keuangan.

Untuk tetap menjadikan Bank Indonesia sebagai Bank sentral yang independen harus dilakukan perubahan termasuk penegasan independensi dalam beberapa pasal pada UU nomor 23 tahun 1999 UU nomor 3 tahun 2004, yaitu pada bunyi pasal 4 ayat 2 dalam pasal 4 ayat 2 ini, harus ada penegasan dan penjelasan bahwa bank Indonesia adalah bank sentral yang independen dan berada di luar pemerintah seperti termuat dalam penjelasan umum UU nomor 23 tahun 1999.

Dengan demikian, ketentuan undang-undang dasar ini merupakan landasan konstitusional bagi independensi Bank Indonesia. Undang-undang nomor 23 tahun 1999 undang-undang nomor 3 tahun 2004 secara pasti dapat dikatakan sebagai pengaturan mengenai Bank sentral termasuk independensinya.

KESIMPULAN 

Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubenur yang sepenuhnya berwenang dalam menjalankan organisasi Bank Indonesia dalam rangka mencapai tujuan yang telah  ditetapkanoleh UU-BI. Sebagai konsekuensi dari Independensi yang dimilikinya, maka dalam pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia dituntut untuk wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka. Pada umumnya, independensi institusi bank sentral diartikan sebagai status bank sentral yang secara institusi terpisah dari kekuasaan eksekutif (pemerintah) dan kewenangan legislatif (parlemen). Undang-undang tentang Bank Indonesia merupakan landasan yuridis bagi independensi Bank Indonesia dimana dalam UU-BI dimuat berbagai elemen dari independensi Bank Indonesia. 

DAFTAR PUSTAKA

Bambang, M. (2013). Independensi Bank Indonesia Di Persimpangan Jalan. VALUE ADDED, Vol. 9, No.1,.

Cepy, S. (2022, April 18). Pentingnya Indepenpendensi Bank Sentral. Retrieved Juli 13, 2023, from Jagoekonomi: https://jagoekonomi.com/2022/04/18/pentingnya-independensi-bank-sentral/

Nusa, M. (2019, Oktober 19). Independensi Bank Sentral Sebagai Bank Sentral Negara. Independensi Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral, pp. https://www.scribd.com/doc/240243245/Independensi-Bank-Indonesia-Sebagai-Bank-Sentral# .

Warjiyo, P. (2017). Kebijakan moneter di indonesia (Vol. 6). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.

Keuangan, O. J. (2021). Peran Bank Indonesia dalam Stabilitas Keuangan.

Bernardin, D. E. Y., & Sugandi, I. R. (2021). Efek Kebijakan MOneter Bank Indonesia: Stabilitas Kinerja Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Tingkat Inflasi. Jurnal Financia: Akuntansi Dan Keuangan2(2), 52-61.

Lutfi, A., & Harahap, M. F. (2021). Struktur Deferensi Bank Indonesia. Jurnal Magister Ilmu Hukum2(1), 25-31.

Triyanti, N. (2003). Pengaturan dan Peran Bank Indonesia dalam Memperkuat Sektor Perbankan. Perspektif8(2), 92-99.

RAIS, A. (2006). INDEPENDENSI BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Dewi, L. S. (2018). Kajian Independensi Bank Indonesia Dalam Kedudukannya Sebagai Bank Sentral Menurut Tinjauan Hukum Berdasarkan UUBI Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen9(1), 47-52.

Indonesia, B. (2011). Peraturan Bank Indonesia. Retrieved September15, 2017.

Mongid, A. (2010). Bank Indonesia: Independensi, Pengawasan Bank dan Stabilitas Sistem Keuangan. Buletin Hukum Kebanksentralan8(3), 23-36.

Post lainnya dari Valencntkkk
...
INDEPENDENSI BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL
About penulis
Valencntkkk

"nothing"